GaleriPuisi- Hay gays, di artikel kali ini Aku akan membagikan puisi yang berjudul "Getaran kecil dari syurga". Puisi ini menggambarkan sebuah peristiwa yang terjadi di Lombok, yaitu gempa dan tsunami. Banyak sekali orang menjadi korban karena bencana ini. Semoga puisi ini dapat menginspirasi supaya senantiasa sabar menghadapi segala cobaan.
Guncangan bumi membuat gemetar...
Tak kuasa ia berlari montang-manting selamatkan diri...
Serpihan gelas-gelas kaca kian menghiasi lantai indah...
Tetes darah kian terlukis membentuk batik di atas tanah-tanah lapang...
Dentuman lempeng bumi terus saja mengguncang tanpa henti...
Hingga ia sukses membuat gemuruh di tengah kesunyian ba'da isya...
Bangunan-bangunan kian rata dengan tanah setelah guncangan 7 SR yang menderu Nusa Tenggara Barat...
Banyak nyawa melayang...
Banyak luka menyerang...
Banyak anak mengerang...
Ia gelar selembar tikar di atas tanah berbatu...
Beratapkan langit ia terlelap...
Hingga bias cahaya fajar mulai menyongsong...
Ia buka mata indahnya dengan linangan air mata syurga membasahi pipi...
Tak kuasa ia menahan debit gerimis di kelopak mata melihat tanah kelahiran rata dengan tanah...
Allahu akbar...
Sungguh agung kekuatanmu...
Hingga tak butuh 24 jam untuk meruntuhkan segalanya...
Tapi, Ia percaya bahwa hujan yang deras akan selalu menyisakan pelangi indah setelahnya...
Hanya ratapan tak berdosa yang tersisa...
Semoga Allah menggantinya dengan ribuan tawa yang bersenandung di seluruh kota...
22-8-2018
Makna puisi ini sangat dalam, Aku menciptakannya dalam suasana hening malam. Semoga harapan dalam puisi ini dapat terkabul untuk seluruh korban bencana, bukan hanya Lombok, tetapi seluruh Daerah yang megalami bencana. Let's get up, Terima kasih.
![]() |
| www.google.com |
GETARAN KECIL DARI SYURGA
Guncangan bumi membuat gemetar...
Tak kuasa ia berlari montang-manting selamatkan diri...
Serpihan gelas-gelas kaca kian menghiasi lantai indah...
Tetes darah kian terlukis membentuk batik di atas tanah-tanah lapang...
Dentuman lempeng bumi terus saja mengguncang tanpa henti...
Hingga ia sukses membuat gemuruh di tengah kesunyian ba'da isya...
Bangunan-bangunan kian rata dengan tanah setelah guncangan 7 SR yang menderu Nusa Tenggara Barat...
Banyak nyawa melayang...
Banyak luka menyerang...
Banyak anak mengerang...
Ia gelar selembar tikar di atas tanah berbatu...
Beratapkan langit ia terlelap...
Hingga bias cahaya fajar mulai menyongsong...
Ia buka mata indahnya dengan linangan air mata syurga membasahi pipi...
Tak kuasa ia menahan debit gerimis di kelopak mata melihat tanah kelahiran rata dengan tanah...
Allahu akbar...
Sungguh agung kekuatanmu...
Hingga tak butuh 24 jam untuk meruntuhkan segalanya...
Tapi, Ia percaya bahwa hujan yang deras akan selalu menyisakan pelangi indah setelahnya...
Hanya ratapan tak berdosa yang tersisa...
Semoga Allah menggantinya dengan ribuan tawa yang bersenandung di seluruh kota...
22-8-2018
Makna puisi ini sangat dalam, Aku menciptakannya dalam suasana hening malam. Semoga harapan dalam puisi ini dapat terkabul untuk seluruh korban bencana, bukan hanya Lombok, tetapi seluruh Daerah yang megalami bencana. Let's get up, Terima kasih.

Komentar
Posting Komentar